Tayangan Sidang Sengketa Pilpres Mengedukasi Masyarakat Berdemokrasi

Mari berbagi:

SEMARANG, Kebijakan sejumlah stasiun televisi swasta nasional yang menayangkan secara live agenda persidangan sengketa rekapitulasi Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), dapat mengedukasi masyarakat dalam berpolitik dan berdemokrasi.

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (STIKOM) Semarang Drs H Gunawan Witjaksana MSi mengatakan tayangan langsung peristiwa itu mengandung sisi edukasi bagi masyarakat, terutama bagi kalangan yang sudah menjadikan komuditas informasi sebagai psyiichological need.

“Namun bagi sebagian  masyarakat awam, tayangan berdurasi panjang itu bisa jadi malah membingungkan,” ujar Gunawan saat talkshow di studio Radio Idola Semarang, Kamis (20/6).

Menurutnya, adanya perbedaan persepsi di masyarakat tentang jalannya sidang di MK itu tidak masalah, terkait dengan pertumbuhan demokrasi nasional.

Hal itu, lanjutnya, merupakan keniscayaan yang harus dihadapi oleh sebuah bangsa yang sedang membangun demokrasi yang sejati seperti Indonesia sekarang ini.

Dia menuturkan tayangan langsung itu, sekaligus dapat dijadikan pembanding oleh publik, karena peristiwa itu pasti akan diinformasikan secara cepat oleh netizen melalui medsos.

Dalam konteks ini, tutur Gunawan, terjadi pertarungan atau kompetisi antara media mainstream dengan medsos dalam merebut kepercayaan publik, sejumlah stasiun TV swasta nasional mengambil jalan pintas untuk menyajikan informasi persidangan ini secara instan.

Masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan penilaian langsung terhadap pihak yang sedang berperkara sebelum ada putusan MK, yang sangat ditunggu-tunggu rakyat Indonesia. (smh)